Memonitor Kesehatan Dengan Ponsel
Juli 4, 2009
Informasi teknologi berupa ponsel saat ini telah merevolusi kehidupan orang diseluruh dunia dalam dunia komunikasi dan bisnis. Fakta tersebut tidak kemudian membatasi ponsel menjadi alat komunikasi dan bisnis saja, terutama di negara-negara yang tingkat teknologinya sudah sangat maju. Seperti yang sering kita bahas, ponsel bisa menjadi alat apapun yang jauh dari kedua bidang tersebut.
Salah satu contohnya, UCLA (University of California, Los Angles) tengah mengadakan studi mengenai pengembangan ponsel yang dapat di aplikasikan dibidang farmasi.
Mereka bahkan telah meluncurkan produk prototipe, sebuah ponsel dengan teknologi baru yang dinamakan LUCAS (Lensfree Ultrawide-field cell-monitoring Array platform based on Shadow imaging). Prototipe ini mampu membuktikan bahwa alat monitor kesehatan dapat diintegrasikan kedalam ponsel tanpa merusak fungsi-fungsi ponsel yang sudah ada didalamnya.
Sebagai langkah lanjutan penemuan tersebut, Aydogan Ozcan (seorang profesor elektro) mendesain ponsel baru yang terintegrasi dengan teknologi LUCAS. diyakini desain ini akan lebih mudah digunakan.
Di lab UCLA, Aydogan Ozcan membuat sebuah prototipe ponsel yang telah mampu memonitor kondisi pasien-pasien yang terinfeksi HIV dan malaria, menguji kualitas air diarea-area yang belum terjamah atau tempat-tempat yang terkena bencana. Teknologi visualisasi inovatif yang dikembangkan olehnya (Ozcan) telah diminiaturkan oleh para peneliti dilabnya sehingga dapat memenuhi standar industri ponsel.
LUCAS menggunakan gelombang panjang warna biru terang untuk menyinari darah, air liur atau sampel jenis cairan yang lain.Karena sel-sel darah merah dan partikel-partikel mikro lainnya memiliki pola gelombang yang berbeda, atau bayangan visualnya, maka objek-objek ini dapat diidentifikasi dan diukur secara virtual saat itu juga oleh LUCAS dengan menggunakan sebuah aplikasi khusunya yang disebut “Decision Algorithm” yang cara kerjanya membandingkan bayangan-bayangan visualnya ke data base gambar yang telah ada.
Data base yang dikumpulkan oleh LUCAS dapat dianalisa dan didiagnosa langsung menggunakan ponsel, atau ditransfer menggunakan USB kekomputer untuk dikirim ke rumah sakit. LUCAS sebenarnya tidak menjadi alat yang menggantikan fungsi mikroskop, tapi lebih menjadi pelengkapnya.
Mikroskop dapat menghasilkan gambar yang detail, sedangkan gambar yang diproduksi oleh LUCAS lebih buram dan disajikan dengan ukuran piksel. keuntungan platform LUCAS bergantung pada kemampuannya untuk mengidentifikasi hampir seketika atau saat itu juga serta mengukur partikel-partikel kecil lainnya. lebih lagi, LUCAS tidak menggunakan lensa, menjadi batasan karena chip yang diproduksi berukuran kecil.
Dengan perangkat semacam ini, orang-orang diwilayah terpencil dibelahan dunia manapun akan mampu memonitor penyebaran penyakit. Sistem ini juga digunakan untuk memonitor kualitas air dengan mendeteksi partikel-partikel mikro yang berbahaya.
Untuk kedepannya sangat diharapkan di negara lain termasuk indonesia agar dapat turut memanfaatkan teknologi seperti ini.
Entry Filed under: KBM. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
tforce2009 | Juli 4, 2009 at 5:22 am
pertamaX
canggih sekarang ya??
http://tforce2009.wordpress.com/
2.
irfanesclipse | Juli 5, 2009 at 9:19 am
yauda besok gw bikin yang lebih canggih lagi
3.
tyan | Juli 5, 2009 at 4:46 pm
nanti gw akan buat yang lewbih canggih dari itu,,,,,,,,,,,,